Minggu, 05 Februari 2012

Masih Ada

I Hate Monday. Selalu istilah itu yang aku dengar begitu memulai aktivitas di awal minggu. Mungkin karena pengaruh libur apalagi long weekend, maka yang jadi sasaran kebencian adalah hari senin. Tapi kucoba menepis anggapan itu seperti halnya hari ini.
Seperti biasa pagi-pagi aku berangkat ke tempat aktivitas rutinku. Seperti biasanya juga tidak ada hal yang spesial selama perjalanan menuju ke sana, yang ada hanya lalu lalang kendaraan yang berpacu menuju tempatnya masing-masing. Ada yang enjoy dan ada juga yang buru-buru sehingga seperti kesetanan saja. Polisi hanya ada di beberapa titik persimpangan, sedangkan yang lainnya entahlah.
Kira-kira satu Km menuju tempat kerjaku, aku melihat seorang pelajar berpakaian abu2 dan berjaket cokelat (kalau tidak salah) sedang berjalan kaki. Perlahan kuamati melalui kaca spion, sepertinya ini siswaku, lantas aku berhenti. Begitu dia dekat denganku dia tidak sadar bahwa aku sedang menunggunya. Lantas langsung kusapa dia. "Bahrun, mau ke sekolah?" tanyaku dengan pasti. Dengan wajah yang kaget dia menoleh," Eh, iya Buk". "Ayo naik," ajakku langsung.
Maka diapun langsung duduk di belakangku. "Kok jalan kaki?" tanyaku penasaran.
"Iya Buk, sepedanya lagi rusak," jawabnya ringkas tanpa mau menjelaskannya.
"Apanya yang rusak?"
"Banyak Buk, udah gak bisa lagi dibawa".
"Gak dibawa ke bengkel?" tanyaku lagi.
"Gak Buk. Kalau dibawa kan harus ada uang buat upahnya. Belum lagi kalau ada yang diganti," jawabnya dengan sedikit memelas. Mendengar jawabannya itu hatiku jadi miris. Duhh.....sampai segitukah sehingga kendaraan yang menjadi andalannya ke sekolah terpaksa "cuti" dulu di rumah..
"Sejak kapan  jalan kaki ke sekolah?"
"Sejak tanggal 10 kemaren Buk."
Ngghaaa.....pikirku. Jadi sudah 10 hari lebih dia berjalan kaki ke sekolah yang berjarak kurang lebih 4-5 kiloan. Itupun kalau pulang juga harus terpaksa jalan kaki lagi di tengah terik panas matahari. Menurut siswa yang ramah ini jika ada teman yang bisa ditumpangi dia tidak perlu jalan kaki lagi. Tapi jika tidak, mungkin tidak ada alasan lagi baginya untuk tidak berjalan kaki menuju pulang.
"Trus, jam brpa berangkat dari rumah?" kembali aku mulai bertanya.
"Jam setengah tujuh Buk. Kalau telat sdikit aja nanti di sekolah juga telat," paparnya.
Berarti kurang lebih satu jam dia berjalan kaki menuju sekolah dengan harapan tidak terlambat ke sekolah. Apakah dia tidak letih setibanya di sekolah? Apakah dia tidak mengantuk saat sedang belajar? Apakah.......Berbagai pertanyaan muncul di benakku.
Sebenarnya aku ingin bertanya lagi, kenapa dia tidak naik mobil angkot saja ke sekolah. Tapi urung ku ucapkan, karena aku pikir mungkin ini masih berkaitan dengan uang. Mungkin saja jika uang jajan dijadikan sebagai ongkos angkot tak seberapa lagi uang jajan yang bisa dia manfaatkan di sekolah. Atau....entahlah mungkin ada alasan lain yang membuat dia lebih memilih berjalan kaki ke sekolah.
Padahal aku tidak begitu kenal dekat dengan siswa ini karena sehari-harinya aku tidak pernah memberikan pembelajaran di kelasnya. Tapi karena kesantunannya, keramahannya, dan aktif juga di kegiatan sekolah dia menjadi familiar di kalangan guru.
Dari kisah yang kuperoleh langsung dari siswaku ini, aku jadi berpikir...kenapa kita masih berpikiran  I Hate Monday? Atau hari-hari lainnya.. Sebenarnya dengan kisah Bahrun ini bisa saja dia berpikir "I Hate My Life", tapi toh dia tetap dengan langkah semangat menuju ke sekolah, karena dia yakin di setiap langkahnya ada doa yang teriring dari orang tuanya untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Buat siswa-siswaku, mudah2an ini bisa menjadi motivasi  bagi kalian untuk lebih mensyukuri dengan apa yang kalian miliki, mulai dari perlengkapan sekolah, uang jajan, HP dan kendaraan ke sekolah, serta fasilitas lainnya.
Buat saudara-saudaraku....Ini hanya sekelumit kisah di lingkungan sekolah tempatku mendidik. Masih ada kisah lainnya yang menyentuh hati kita jika ku urai satu persatu.
Buat Bahrun...trima kasih ya...pengalaman hari ini membuat ibuk untuk belajar tidak mengeluh dengan apa yang tidak atau belum ibuk miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar